1. FLU
“Halo apa kabar?”
“Halo, lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?”
“Apa kau baik-baik saja? Suaramu sedikit berubah.”
“Yah, jadi seksi ya?” temanku tertawa, “Aku sedang sakit
flu.”
“Oh benarkah? Kau harus beristirahat dan minum obat!”
“Ya, aku seharian ini tidur terus kok.”
“Oh ya, aku ingin mengingatkanmu. Kau sudah baca berita
belum? Ada pembunuh berkeliaran di kota ini. Ia suka
membunuh korbannya diam-diam dengan masuk ke rumah
mereka dan mencekik mereka dari belakang. Kau harus
berhati-hati!”
“Tenang, aku selalu mengunci rumahku kok.”
“Kau tinggal sendirian kan? Lagian kau juga lagi sakit
begitu. Bagaimana jika kau ke rumahku saja biar aman?”
“Oh, tak apa-apa? Nanti kau tertular?”
“Ah, aku sudah kebal. Bagaimana? Paling tidak ada yang
merawatmu di sini.”
“Oke. Eh, aku lupa dimana rumahmu hehehe. Maaf, aku
pusing sekali, tak bisa berpikir.”
“Bagaimana sih, kita kan tetangga? Aku tinggal di Blok B
nomor 5 di kompleks barat rumahmu.”
“Oke tunggu, aku ke sana ya. Bye!”
Jawaban:
orang yang mengaku temannya itu adalah pembunuhnya.
dan pembunuh itu mau kerumah orang itu!