Posted by : Nadiya Faradiba Selasa, 10 Maret 2015

4. A KILLER INSIDE THE HOUSE
Aku terbangun tengah malam dan merasakan suatu
perasaan tak enak.
Aku menyalakan lampu mejaku dan melihat genangan
darah yang sangat banyak di selimutku.
Aku menjerit dan berlari keluar kamarku. Aku buru-buru
turun ke lantai bawah dan melihat Buddy, anjingku, kini
terbaring bersimbah darah di dasar tangga. Aku hendak
keluar melalui pintu depan ketika aku mendengar suara di
ruang makan. Pembunuh itu masih ada di sini!
Aku segera berlari ke atas lagi untuk menemukan orang
tuaku, berharap mereka masih hidup.
Aku membuka pintu kamar orang tuaku dan melihat kolam
darah di lantai. Darah menetes dari atas tempat tidur
dimana kedua orang tuaku terbaring tak bernyawa.
Aku mendengar sang pembunuh naik ke atas. Pelan namun
pasti, ia membuat suara decitan ketika kakinya menginjak
anak tangga yang terbuat dari kayu.
Aku meringkuk di pojok ruangan,tak ada lagi jalan keluar.
Pembunuh itu masuk melalui pintu.
Aku bernapas lega. Itu bukan pembunuh, ternyata itu pria
berseragam polisi.
Aku hendak berlari ke arahnya, meminta tolong. Namun ia
justru bergerak mundur ketika ia melihatku.
“Ke...kenapa?” tanyaku ketakutan, “A...apa ia ada di
belakangku?”
Kemudian ia berkata dengan suara tegas sambil berusaha
meraih pistol yang ada di sabuknya.
“Nak, tenanglah dan berikan kepadaku pisau itu!”
Jawaban: Sebenernya anak itulah yang ngebunuh
semuanya. dia gangguan jiwa dan gak sadar kalo dia udah
ngebunuh semuanya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 student's dorky blog - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -