8. MURDER
Hari ini aku mengundang temanku, A, untuk bermain game
di rumah. A dan aku bermain game hingga larut malam.
Akhirnya kami lelah dan memutuskan menonton televisi.
Malam itu sangat membosankan karena semua acara prime
time sudah habis dan yang tertinggal hanyalah acara
berita. Namun ada satu berita yang menarik perhatianku,
“Pagi ini di Chiyoda terjadi sebuah kasus pembunuhan
misterius. Korbannya adalah seorang guru karate dan
tubuhnya ditemukan terpotong-potong. Perlu diingat
bahwa senjata pembunuhnya belum ditemukan jadi sangat
sulit bagi polisi untuk melacak pelaku sebenarnya ..”
“Wah seram sekali. Bukankah tempat tinggalmu di
Chiyoda? Berhati-hatilah!” kataku pada A.
A hanya tertawa, “Hahaha, menakutkan sekali, ada
pembunuh berantai berkeliaran ...”
“Aku serius. Mungkin ia mengincar jago bela diri.
Bukankah kau juga ahli judo?”
“Ya...ya...ya...justru karena aku ahli judo, aku bisa
membela diri kalau bertemu dengannya. Eh, hari sudah
malam, aku pulang saja.”
“Hei, menginap saja di sini! Bahaya kalau kau pulang
malam-malam!”
“Hahaha....aku sama sekali tak takut dengan pembunuh
yang berkeliaran membawa pisau dapur. Bye!”
Aku mengantar A ke pintu dan begitu ia pulang, aku
gemetar ketakutan.
Jawaban: Gimana si A bisa tau kalo senjatanya pisau
dapur padahal kan belom ditemuin? Dia sang pembunuh!