Posted by : Nadiya Faradiba Sabtu, 14 Maret 2015

16. THE MAID
Seorang pria sedang dalam perjalanan dinas ke luar kota
ketika ia memutuskan untuk menghubungi istrinya di rumah
lewat telepon. Ia terkejut ketika mendengar suara wanita
yang tidak dikenalnya di telepon.
“Siapa kau?” tanya sang suami.
“Saya pembantu yang bekerja di rumah ini.” jawabnya.
“Kami tak punya pembantu di rumah kami.” kata sang
suami dengan curiga.
“Saya baru saja mulai bekerja hari ini. Nyonya rumah yang
memperkerjakan saya.”
“Dapatkah kamu memberikan telepon ini pada istriku?” pria
itu semakin curiga.
“Beliau sedang beristirahat di kamarnya sekarang,” sang
pembantu terdiam sebentar sebelum akhirnya ia
melanjutkannya perkataannya kembali, “Saya pikir pria
yang berada bersamanya di kamar tidur itu suaminya ...”
“Apa?!” sang suami terkejut. Sebuah akal kemudian muncul
di kepalanya, “Apa kau mau uang 50 juta?”
“Apa yang anda inginkan untuk saya lakukan?” ia terdengar
ragu-ragu, namun uang 50 juta terdengar sangat banyak
untuknya.
“Ada pistol di laci meja telepon. Seharusnya pistol itu
sudah terisi. Aku ingin kamu naik ke atas dan menembak
mereka. Mengerti?”
“Ba...baik. Saya akan mencobanya.”
Sang pembantu pergi tanpa menutup teleponnya. Sang
suami bisa mendengarnya menarik laci, melangkah naik ke
atas, dan kemudian terdengar samar dua suara letusan
tembakan sebelum akhirnya terdengar langkah kaki
mendekat ke arah telepon.
“Halo?” tanya sang pembantu. Sang pria tersenyum dengan
puas.
“Kau bekerja dengan sangat bagus. Jauh lebih bagus
daripada dugaanku.”
“Terima kasih. Apa yang harus saya lakukan dengan
jenazah mereka?”
“Pertanyaan bagus. Tenggelamkan saja mereka di kolam
renang.”
“Kolam renang? Kolam renang yang mana? Rumah ini tidak
memiliki kolam renang.”
Keduanya hanya terdiam.
Jawaban: Yup, mungkin itu salah sambung. tapi anehnya,
letak pistolnya sama kayak dirumahnya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 student's dorky blog - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -