Posted by : Nadiya Faradiba
Sabtu, 14 Maret 2015
5. TEST OF COURAGE
Saat OSPEK, kami semua diharuskan mengikuti uji nyali di
sebuah pemakaman tua. Kami dikirim berdua-dua untuk
melintasi kuburan tersebut untuk menguji keberanian kami.
Aku dan temanku sangat ketakutan karena saat itu sudah
tengah malam.
Begitu sampai di kamp, kami berdua tertawa sambil
menunjukkan tangan kanan kami yang membiru. Pasti
karena kami berpegangan tangan terlalu erat saking
takutnya. Kalau dipikir-pikir hal itu sangat konyol. Tak ada
alasan bagi kami ketakutan seperti itu sebab tak ada
satupun hal seram terjadi pada kami malam itu.
Jawaban: kalo mereka cuma berdua, harusnya nggak bisa
si aku sama temannya itu tangan yang biru sama-sama
tangan kanan. harusnya salah satu tangan kiri.