Posted by : Nadiya Faradiba Selasa, 10 Maret 2015

3. NIGHT OF COLD DAY
Kami baru saja pulang kantor dan karena malam ini cukup
dingin, temanku memutuskan membeli sesuatu yang
hangat dulu di warung.
Saat aku berdiri di luar menunggunya, aku bertabrakan
dengan seorang anak kecil.
“Oh maaf,” kataku, walaupun anak itu yang menabrakku.
Namun anak itu tetap saja berlari tanpa bahkan melihat ke
arahku. “Dasar anak sekarang,” pikirku, “Diajari apa sama
orang tuanya?” Lagipula malam-malam begini mengapa
anak sekecil itu berada di luar rumah?
Tiba-tiba seorang wanita berlari dengan tergopoh-gopoh
ke arahku, “Apa anda melihat anak saya?” tanyanya.
“Oh, tadi ia berlari ke arah sana!” jawabku.
Temanku kemudian keluar dan kamipun melanjutkan
perjalanan. Karena sangat mengantuk, aku segera tertidur.
Namun paginya, aku menemukan berita mengejutkan di
koran bahwa seorang ibu yang memiliki seorang anak
ditemukan terbunuh di rumahnya malam itu. Yang
membuatku kaget, peristiwa ini terjadi tak jauh dari warung
dimana temanku membeli minuman hangat tadi malam. Ah,
semoga saja wanita itu bukan ibu yang kutemui tadi
malam. Kasihan jika benar. Lingkungan ini benar-benar
tidak aman. Aku harus pindah secepat mungkin.
Jawaban: Si anak kabur dari kejaran si pembunuh, dan
wanita itu bukanlah ibunya tapi anaknya. ibunya mugnkin
sudah dibunuh oleh wanita itu.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 student's dorky blog - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -