Posted by : Nadiya Faradiba Sabtu, 14 Maret 2015

17. KACA MATA
Aku baru berumur 7 tahun ketika orang tuaku mengetahui
bahwa aku sebuta kelelawar. Sebenarnya kelelawar
tidaklah buta. Mereka memiliki penglihatan, namun sangat
buruk. Seperti itulah kondisiku. Aku belum pernah
mengikuti tes penglihatan sehingga aku beranggapan
bahwa orang lain melihat sebagaimana aku melihat dunia.
Aku hanya melihat bayangan-bayangan kabur, figur yang
samar-samar, cukup untuk membuatku tidak menabrak
mereka. TV bagiku adalah radio yang dilengkapi dengan
permainan cahaya dan aku hanya bisa membedakan
mainanku dari warna-warnanya. Ketika aku tak kunjung
belajar membaca, orang tuaku membawaku ke rumah sakit
dan akhirnya mengetahui kekuranganku.
Duniaku berubah selamanya ketika aku mendapat
kacamata pertamaku.
Aku melihat segalanya! Aku melihat kamar dokter mata,
dinding, langit-langit, tanganku, dan orang-orang yang ada
di ruangan. Aku melihat ayah, ibu, dokter, dan para
perawat. Dengan takjub aku melihat warna mata ayahku
untuk pertama kalinya.
Namun untuk pertama kalinya pula aku masih melihat
beberapa orang di ruangan tetaplah samar, gelap, dan
kabur. Mereka ada banyak dan aku tahu mereka
mengawasiku seperti aku mengawasi mereka.
Dan aku menyadari kaki mereka tak menyentuh tanah.
Jawaban: Dia punya indera ke enam

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 student's dorky blog - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -