Posted by : Nadiya Faradiba Sabtu, 14 Maret 2015

18. KAGOME KAGOME
Note: Kagome Kagome adalah sebuah lagu yang
mengiringi permainan tradisional Jepang. Dalam
permainan ini, sekelompok anak (minimal 7) akan
membentuk lingkaran dengan satu anak di tengah berperan
sebagai “oni” atau “setan”. Anak tersebut akan ditutup
matanya, kemudian teman2nya di sekelilingnya akan
menyanyikan lagu “Kagome Kagome”. Setelah lagu
tersebut selesai, anak tersebut harus menebak nama anak
yang ada di belakangnya. Bila ia benar, maka anak itu akan
digantikan oleh anak yang tertebak namanya tersebut,
begitu seterusnya (sumber: wikipedia ) .
Kakak perempuanku datang ke rumahku untuk pertama
kalinya sejak 3 tahun terakhir. Aku belum pernah melihat
keponakanku, namun sepertinya ia telah tumbuh menjadi
anak yang cerdas. Karena beberapa tanda lahir di wajah
dan tubuhnya, ia tak memiliki banyak teman seumuran.
Namun ia memiliki banyak tenaga untuk bermain dan ketika
ia lelah, aku memutuskan untuk menyanyikannya sebuah
lagu.
Kagome, Kagome
Ada burung di perut naga
Kapan? Kapan? Kapan ia akan keluar?
Bangau dan kura-kura, tergelincir saat malam sebelum
fajar
Siapa di belakangmu?
“Hei, apa bibi tahu lagu ini sebenarnya tentang membunuh
bayi dalam kandungan?”
Aku hanya terdiam karena tak menyangka ia akan
mengatakan hal seperti itu. Keponakanku itu hanya
menatapku, menunggu jawabanku.
“Maksudku ibu yang menyanyikan lagu ini ketika anaknya
masih berada dalam perutnya sebenarnya ingin bayinya
mati. Menyeramkan kan?” katanya lagi.
“Apa maksudmu aborsi?” aku tak begitu yakin anak sekecil
itu sudah tahu makna kata itu, “Ya...itu memang
menyeramkan.”
“Aborsi itu artinya ibu mengambil sebuah tongkat keras
kemudian ditusukkan ke tempat bayi agar keluar dari perut.
Setelah itu, bayinya akan dibuang ke tempat sampah.”
Astaga, pikirku. Darimana anak sekecil ini memiliki
bayangan semengerikan itu? Apa yang kakakku ajarkan
pada anak ini?
“Darimana kau belajar hal semacam itu?” tanyaku. Aku
takut ia mendapatkannya dari teman-temannya.
“Bahkan di dalam perut mama, aku bisa mendengar dan
merasakan ... Rasanya sakit sekali dan aku benar-benar
takut. Aku menangis kalau ingat hal itu.”
Sejak saat itu aku benar-benar memperhatikan tanda-
tanda lahir yang ada di sekujur tubuh keponakanku.
Jawaban: Yup, ibu dari anak itu pernah mencoba aborsi.
Sumber: http://mengakubackpacker.blogspot.com

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 student's dorky blog - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -